Bosan Lari di Aspal? Coba Trail Run di Gunung Pancar

No comment 1089 views
Gunung Pancar
Gunung Pancar

Punya hobi lari tapi bosan dengan rute jalanan aspal Ibu Kota yang monoton? Sekali-sekali coba lari melintasi hutan dan semak belukar di atas gunung dan bukit, atau melintasi jalan setapak dan sungai. Lebih seru dan memicu adrenalin. Plus, lebih pol juga mengeluarkan keringat.

Salah satu objek wisata yang bisa dijadikan tujuan untuk melakukan trail run kayak gini adalah Gunung Pancar, di daerah Sentul, Kabupaten Bogor. Terletak di ketinggian 300-800 meter dpl dengan kemiringan mencapai 15 - 40%, Gunung Pancar terdiri dari hutan alam dataran rendah, hutan tanaman, serta semak belukar.

Namanya hutan, tentu saja udaranya sangat sejuk. Di malam hari suhunya berkisar 24 derajat Celcius, sedangkan di siang hari suhu maksimal berkisar 33 derajat Celcius.

Kalau kita mau trail run di area Gunung Pancar, ada banyak pilihan jalur dengan jarak dan tingkat kesulitan berbeda-beda. Di antaranya, rute Jalur Pemburu dan Kampung Awan. Salah satu rute yang tersedia memiliki komposisi yang terdiri dari kontur jalan aspal (30%), tanah (30%), jalan berbatu (30%), serta rumput, tumbuhan liar, dan sungai (10%).

Di awal, perjalanan masih santai. Kita akan menikmati view hutan pinus yang bagus. Selain pinus, Kawasan Wisata Alam Gunung Pancar juga berisi berbagai jenis tanaman, seperti rasamala, puspa, rotan, berikut sejumlah satwa yang hidup bebas. Jadi, bonus pemandangan indah langsung kita dapat.

Cuma, ada yang harus diperhatikan. Bagian pertama ini sebetulnya adalah area berlatih downhill MTB. Jadi, karena status kita numpang lewat, perlu lebih berhati-hati. Takutnya ada yang lagi latihan, bisa keserempet, deh.

Bagian selanjutnya kita akan dimanjakan pemandangan persawahan, setelah melewati turunan dan perkampungan penduduk. Begitu pemandangan persawahan habis, baru rute trail run yang sebenarnya dimulai. Meninggalkan jalan aspal menuju daerah bernama Kampung Awan, harus dilakukan dengan hiking ke atas.

Selesai, kita bisa beristirahat di tempat bernama Pondok Pemburu. Meski namanya seram, tapi tempatnya tidak, kok. Tempaat ini semacam check point para trail runners untuk sejenak beristirahat sambil mengisi bekal air dan makanan.

Trail run di Kawasan Wisata Alam Gunung Pancar tidak lengkap kalau tidak berkunjung ke curug atau air terjun. Tapi, untuk menuju ke situ harus melalui tanjakan dan turunan dengan trek yang tertutup tanaman sebagian. Harus ekstra hati-hati karena di pinggirnya jurang. Akhir perjalanan bisa dipatok di curug besar yang merupakan salah satu hidden paradise di Gunung Pancar.
Buat yang weekend nanti mau nyoba trail run di Gunung Pancar, berikut ada beberapa tips.

  • Safety first

Kalau badan kurang oke (capek atau kurang fit), jangan maksa melakukan trail run. Soalnya, medannya lumayan berat. Terus, jangan juga nekat trail run sendirian. Ajak pemandu yang paham medan dan rute yang akan dilewati.

  • Sepatu trail

Karena bukan jalanan aspal, sepatunya juga beda. Pakai sepatu khusus trail agar lebih nyaman saat berlari di medan yang sangat bervariasi. Terutama, di musim hujan.

  • Makanan ringan dan minuman

Bawa air minum dan cemilan secukupnya, seperti roti, cokelat, air mineral, atau minuman isotonik, agar punya cukup energi dan mencegah dehidrasi. Bawa uang juga secukupnya saja. Asal cukup untuk belanja di warung yang ditemui dan bayar angkutan untuk turun dari jalur trail ke lokasi parkir kendaraan. Satu lagi, jangan lupa bawa kantong buat sampah. Jangan buang sampah sembarangan di gunung!

  • Jaga semangat

Ini penting banget! Lari lintas alam itu butuh semangat lebih tinggi. Selain karena medannya lebih berat, kita juga tidak tahu kondisi di depan. Semangat yang tinggi menjaga kita untuk bisa tetap fokus di tengah kelelahan. Sebab, beda dengan lari di kota yang kalau kelelahan bisa langsung nunggu angkot atau taksi untuk pulang, di alam kita harus terus berusaha menuju desa terdekat untuk kembali ke tempat semula.

Oh iya, jangan lupa berdoa dan jaga pikiran supaya tidak kosong, ya. Jangan ngomong sembarangan, apalagi menyombongkan diri.

  • Power bank

Meski area yang dilalui masih terjangkau sinyal, lari di alam bikin baterai ponsel lebih cepat habis. Bawa power bank bisa jadi pilihan untuk menjaga ponsel tetap menyala, terutama saat terjadi keadaan darurat, misalnya cedera atau tersesat.

author

Leave a reply "Bosan Lari di Aspal? Coba Trail Run di Gunung Pancar"